Lompat ke isi utama

Berita

P2P 2026 digelar, Ketua Bawaslu Siak Zulfadli : Money Politic Melalui Transaksi Digital Menjadi Tantangan bagi Bawaslu pada Pemilu/Pilkada Kedepan

fadli -2-

Doc. Ketua Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Siak, Kamis (04/06/2026)

Tantangan Pengawasan Pemilu semakin kompleks, Pasalnya praktik money politic yang mulai bertransfomasi ke transaksi digital dan bukan lagi menggunakan amplop dengan datang rumah ke rumah. Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli dalam pengantarnya pada pembukaan pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 yang digelar Bawaslu Kabupaten Siak, Kamis (04/06/2026).

"Kalau hanya mengandalkan SDM dari Bawaslu saja itu sangat kurang, sementara tantangan Pengawasan Pemilu saat ini sangat kompleks. Kalau dulu, money politic orang bawa amplop datang ke rumah-rumah, sekarang pakai DANA, gopay, m banking" pungkasnya.


"Jadi memang itulah kenapa Bawaslu membutuhkan pengawas partisipatif seperti teman-teman mahasiswa, okp, ormas  untuk menjawab tantangan tersebut" tambahnya lagi.

Lebih lanjut Zulfadli menjelaskan kehadiran Bawaslu di tengah-tengah  pertarungan dan kontestasi politik resmi yang disebut Pemilu.

Dijelaskannya berbagai kekuatan, ideologi dan kepentingan peserta pemilu bersaing untuk memperebutkan mandat rakyat dalam hal ini calon peserta atau peserta pemilu (baik itu calon anggota DPRD, DPD, DPR atau calon kepala daerah) akan melakukan serangkaian usaha untuk memenangkan kontestasi politik tersebut dengan tetap mematuhi regulasi yang mengaturnya.

"aturan-aturan diperlukan dan harus ditegakkan sebagai batas ruang gerak bagi peserta pemilu. Dalam pelaksanaan tersebut, dibutuhkanlah lembaga-lembaga yang mengawasi dan memastikan pemilu itu berjalan dengan bersih dan berintegritas sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku salah satunya lembaga Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)" jelasnya.

Penulis : Mega

Editor : Erni