Lompat ke isi utama

Berita

Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 Bawaslu Siak Sukses Digelar

p2p

Doc. Tangkapan Layar Pelaksanaan Pembukaan Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026  Kabupaten Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu yang resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Amiruddin Sijaya secara Daring melalui Zoom Meeting, Kamis (04/06/2026)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Siak secara resmi gelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, hari ini Kamis, 04/06/2026 bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Siak. 

Diikuti seluruh Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif yang sebelumnya telah mengikuti pembelajaran secara audio visual/online, Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Bawaslu Kabupaten Siak, Kepala Sekretariat, dan seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Siak. 

Pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 langsung dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Riau secara dalam jaringan secara serentak di 3 (tiga) Kabupaten yang menyelenggarakan kegiatan P2P yakni Siak, Kampar, dan Indragiri Gulu.

Kegiatan dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Amiruddin Sijaya yang dalam sambutannya menghimbau agar Bawaslu Kabupaten Kota memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada peserta P2P secara maksimal. 

‘’Peserta ini tentunya punya harapan besar untuk memiliki pemahaman terkait dengan seputaran tentang Demokrasi,tentang pemilu, tentang pilkada dan bagaimana mekanisme pengaduan dan  pengawasan itu dilakukan, Bawaslu Kabupaten harus maksimal dalam memberikan pengetahuan kepada peserta’’. Ujarnya.

Dihadapan seluruh peserta P2P, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas ini mengatakan untuk menjadi Pengawas Partisipatif harus memiliki modal utama, yaitu pengetahuan dan pengalaman. Dikatakannya “dengan adanya Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini tentunya akan semakin menambah pengalaman dan pengetahuan peserta yang mengikuti kegiatan hari ini’’. Pungkasnya.

Diakhir sambutannya Amir menegaskan Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi juga wadah untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi sebagaimana tema P2P tahun 2026 ini yakni “Berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029 yang bermartabat”

Pembukaan P2P tahun 2026 juga dihadiri pula Ketua Bawaslu Provinsi Riau Alnofrizal, dalam kesempatannya Alnof turut memberikan sambutan.

Dalam penyampaiannya ia menegaskan pentingnya peran aktif Masyarakat dalam menjaga kualitas Demokrasi. Alnof menegaskan setidaknya Masyarakat harus memiliki 3 (tiga) poin utama untuk menjadi pengawas partisipatif.

‘’yang pertama Masyarakat harus mempunyai kepedulian terhadap pemilu maupun pilkada terhadap politik dinegara kita ini karena dengan peduli itu kita bisa lebih untuk mempunyai rasa memiliki terhadap Bangsa ini lebih kuat’’, ujarnya

‘’yang kedua sifat kritis, ini penting bagi kita supaya kita bisa lebih maju dan bisa memiliki pencerah pencerahan sehingga dalam kehidupan ini bisa memiliki bekal ilmu pengetahuan yang baik’’ tandasnya

“Dan yang terakhir sikap keberanian, Masyarakat didorong untuk tidak takut menyuarakan kebenaran dalam berpolitik sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi yang adil dan bermartabat’’. Pungkas Alnof mengakhiri sambutannya

Berkesempatan memberikan sambutan, Ketua Bawaslu Kabupaten Siak Zulfadli Nugraha menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu, dunia akademik, dan masyarakat dalam membangun budaya pengawasan yang kuat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap proses demokrasi.

"Kami berharap melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini akan lahir agen-agen pengawasan yang mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di Kabupaten Siak," ungkapnya.

Untuk diketahui, Bawaslu Kabupaten Siak mengundang beberapa kampus perguruan tinggi yang terlibat langsung dalam mendukung penyelenggaraan P2P 2026 dengan mengirimkan sejumlah Mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan P2P 2026 diantaranya Istana Education College (IEC) Siak, Politeknik Sriwijaya (Polsri), STAI SUSHA Siak, dan Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) Siak.

Keterlibatan dan Kehadiran perguruan tinggi dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan. Melalui pendidikan dan penguatan kapasitas yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi pengawasan partisipatif serta mengimplementasikannya di lingkungan masing-masing.

Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu Kabupaten Siak dalam memperluas partisipasi masyarakat dan mendorong terciptanya pengawasan yang lebih inklusif. Dengan semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, kualitas demokrasi diharapkan semakin terjaga dan mampu menghasilkan proses pemilu yang berintegritas serta dipercaya publik.

Diakhir pelaksanaan pembukaan kegiatan P2P 2026, Bawaslu Kabupaten Siak memberikan penghargaan kepada Perguruan Tinggi yang terundang berupa Sertifikat Penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan keterlibatan dalam pelaksanaan kegiatan P2P tahun 2026.

Acara Pembukaan selesai digelar yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pembelajaran oleh Pimpinan Bawaslu Kabupaten Siak sebagai Narasumber. Peserta tampak serius dan antusias mengikuti pembelajaran hingga selesai. 

p2p2026
Doc. Potret Saat Pelaksanaan Pembukaan Kegiatan P2P 2026 oleh Bawaslu Provinsi Riau secara di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Siak
p2p2026 copy
Doc. Potret dari depan  Saat Pelaksanaan Pembukaan Kegiatan P2P 2026 secara daring oleh Bawaslu Provinsi Riau di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Siak
p2p2026
Doc. Foto bersama Peserta P2P 2026 setelah mengikuti pembelajaran
pt
Doc. Foto Bersama Perguruan Tinggi setelah penyerahan Sertifikat Penghargaan

 

 

 

Redaksi : Wahyudi

Editor : Erni