40 Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Asal Siak Ikuti Pembelajaran Kepemiluan
|
Hari ini, Rabu (05/11/2025) sebanyak 40 peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) dalam Jaringan Tahun 2025 dari Kabupaten Siak, mengikuti kegiatan pembelajaran gelombang I secara Daring melalui Zoom Meeting yang digelar Bawaslu Provinsi Riau. Selain Kabupaten Siak, kegiatan pembelajaran ini juga turut diikuti oleh Peserta P2P dari Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hulu.
Perlu diketahui bahwa Program ini merupakan inisiatif pendidikan politik dan pelatihan yang dilakukan secara daring (online), Tujuan utama dari program P2P Daring ini adalah untuk mengedukasi dan melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan seluruh tahapan pemilu dan pemilihan 2029 mendatang.
Setelah sebelumnya mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, seperti pre test yang sudah dilaksanakan pada 24 Oktober 2025, pembelajaran audio visual pada 27 s.d 31 Oktober 2025, pembelajaran melalui modul pada 27 Oktober s.d 4 November 2025.
kegiatan dibuka oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Riau Amiruddin Sijaya dengan Narasumber dari masing-masing perwakilan pimpinan di tiga Bawaslu kabupaten/kota yang pada gelombang I ini salah satunya yakni narasumber dari Bawaslu Siak, Andi Susilawan. Beliau menyampaikan materi kepada peserta terkait teknis pengawasan berbasis digital dan penyelesaian permohonan sengketa proses.
Lulusan P2P 2025 diharapkan menjadi agen of change pengawasan di lingkungannya masing-masing. Mereka adalah pengawas-pengawas yang terbekali sejak sekarang Bawaslu yang bertransformasi menjadi benteng terdepan demokrasi kata Anggota Bawaslu Siak Andi Susilawan tentu dengan harapan nantinya dapat bersinergi dalam mewjudukan Pemilu atau Pilkada di Siak yang demokratis dan berintegritas.
Selain Narasumber internal, Bawaslu Riau turut menghadirkan narasumber eksternal, Muammar Alkadafi yang berasal dari akademisi dosen Prodi Administrasi Negara/Publik UIN SUSKA Riau.
P2P 2025 tidak hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah gerakan moral dan intelektual untuk mencetak agen-agen pengawasan yang militan dan berintegritas dari berbagai latar belakang. Para peserta P2P di setiap kabupaten/kota berjumkah 40 orang yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa dan juga umum (budayawan, wiraswasta, freelance dan lain-lain).
Penulis : Arni G
Editor : Erni